Translate

November 26, 2018

Waingapu, Eksotisme Tanah Sumba Timur

Lailara dengan view perbukitan yang sangat cantik dipandang mata
Berkembangnya media sosial, tidak jarang mengharuskan penggunanya untuk memposting bermacam foto. Terkadang, para pengguna gawai dan sosial media berlomba-lomba untuk mencari tempat-tempat terbaik untuk berfoto (hunting foto). Efek positif yang kemudian timbul pada era digital ini, tidak lain adalah berkembangnya pariwisata di Indonesia. Tak terkecuali Sumba Timur. Sebagai destinasi wisata yang kini tengah digandrungi dan gaungnya mulai sampai ke mancanegara, tentu saja bukan tanpa sebab.

Laut yang biru, pasir putih, kebudayaan lokal yang memukau, gunung dan bukit yang eksotis, merupakan paket lengkap untuk berwisata dan memanjakan diri. Terlebih bagi para traveler yang berani menempuh perjalanan-perjalanan ekstrim untuk sampai ke destinasi wisata yang masih belum terjamah para wisatawan, karena lambatnya pembangunan di daerah tersebut.

Umbu Mehang Kunda, nama bandara di Waingapu, ibukota kabupaten Sumba Timur yang diambil dari nama bupati terbaik Waingapu. Merupakan tempat pertama ketika kita menggunakan transportasi udara. Pilihan lainnya adalah jika kita memilih transportasi laut yang dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan berakhir di Pelabuhan Mau Hau, Waingapu untuk tujuan Sumba Timur saja. Semakin berkembangnya pariwisata di Sumba Timur, semakin bertambahnya hotel, penginapan serta homestay sehingga dapat disesuaikan dengan budget kita.
Hotel Merlyn
Di jantung kota Sumba Timur, kita bisa menemukan banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Namun, sebelum anda memutuskan untuk menyewa mobil dan berkunjung ke obyek wisata di sekitar Waingapu, alangkah baiknya jika anda mengeksplore lebih jauh keindahan Kota Waingapu terlebih dahulu.

Pada pagi hingga siang hari anda bisa mengunjungi Pasar Inpres Matawai. Ada berbagai macam hasil bumi, sayuran, kopi khas sumba, kain tenun tradisional dan aksesoris khas Sumba Timur yang dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Selain Pasar Inpres Matawai, anda juga dapat berbelanja di sekitar Jalan Palapa, tepatnya di samping Hotel Merlyn untuk mencari barang-barang khas Sumba Timur ataupun makanan yang akan dijadikan buah tangan untuk sanak keluarga.

Bersebelahan dengan Pasar Inpres Matawai, anda juga bisa mengunjungi terminal yang berada tepat di samping pasar. Terminal ini bisa menjadi tempat berfoto dengan latar bus khas sumba yang memiliki bentuk sangat unik yang tidak ditemui di Pulan Jawa. Kendaraan lain yang mungkin bisa anda lihat di sana, yakni oto, sejenis truk yang dimodifikasi menjadi kendaraan umum dan kendaraan pengangkut barang. Oto ini biasanya hanya beroperasi ke pelosok di Kabupaten Sumba Timur yang akses jalannya belum beraspal, melewati pegunungan dan bebukitan. Namun jangan salah, tempat-tempat seperti itulah yang dapat menyihir mata anda dengan hal-hal baru dan menarik disana.
Tanarara saat kemarau
Ingin mencoba wisata kuliner, anda hanya cukup menyeberang jalan menuju taman kota yang juga digunakan sebagai tempat berjualan. Bagi anda yang muslim, anda tidak usah khawatir dengan ke-halalan makanan yang dijajakan di sana, karena di daerah tersebut anda akan menemukan pedagang muslim asal Pulau Jawa. Jika anda ingin makanan seperti warteg, anda hanya perlu berjalan sekitar 800 meter menuju arah Bandara Umbu Mehang Kunda. Tepat sebelum jembatan, anda akan menemukan dua warung nasi yang menjajakan makanan dengan harga terjangkau. Ada pula pusat oleh-oleh seperti kopi, Manggulu (kue khas Sumba Timus) serta jajanan lainnya di Jalan M.T. Haryono yang berjajar di dekat Mesjid Kemala Puti, jika anda berjalan dari arah Bandara Umbu Mehang Kunda.

Tempat lain yang tidak kalah seru dan wajib untuk disinggahi ialah Pelabuhan Mau Hau. Tidak ada salahnya untuk mengunjungi pelabuhan tersebut. Meskipun pasir pantainya berwarna hitam, anda bisa menikmati jajanan-jajanan disekitar pelabuhan, menikmati sunset ataupun sunrise berlatar kapal-kapal kargo yang menurunkan muatannya.
Pantai Walakiri 
Pada malam harinya, wisata Kota Waingapu juga tak kalah seru. Dengan kota yang lalu lintasnya tidak padat, anda bisa mengunjungi berbagai tempat dengan mudah, mencoba dengan berjalan kaki. Taman Kota Sandalwood di Jalan Ahmad Yani dengan penjual kacang rebus dan sangrai yang bisa dicoba. Taman kota lain, berada di daerah Kemala Puti. Disini banyak pedagang seperti tukang nasi goreng, sate, jagung bakar dan lain sebagainya yang berlokasi di depan Hotel Merlyn, tepat di samping SPBU.
Area sekitaran Taman Sandalwood
Bagi anda yang berkunjung pada Bulan Agustus, jangan lewatkan festival kemerdekaan yang diselenggarakan tepat pada Hari Kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Sumba seringpula membuat berbagai macam festival, seperti festival kain tenun yang menampilkan kain tenun khas Sumba Timur, khusunya dari Desa Warinding. Info mengenai penyelenggaraan festival di Sumba Timur dapat diakses langsung di website Pemerintah Daerah Sumba Timur. Sekian cerita tentang Waingapu Sumba Timur, semoga bermanfaat untuk anda. Tunggu kelanjutan cerita tentang destinasi lainnya di post selanjutnya.
Festival Kemerdekaan
Ingin lebih informasi tentang Waingapu? Atau berlibur ke Sumba Timur, yuk hubungi email rizkichuk@gmail.com --