Translate

Desember 17, 2018

Pecak Bandeng Khas Banten, Rasanya Nikmat Menggigit Lidah

Pecak Bandeng dan Udang Bakar
Berkunjung ke Kota Serang Banten, ada kuliner khas yang rekomen untuk dicicipi disana karena rasa kelezatannya. Pecak Bandeng namanya. Kunjungan ketika mengeksplorasi wisata Banten Lama, saya sempatkan mencoba kudapan Rumah Makan Pecak Bandeng yang berada di Jalan Raya Pontang Km 10 Sawah Luhur.

Mampir ke saung makan ini, tidak lain setelah mendapat informasi dari Aghi yang baru saja kami temui beberapa puluh menit yang lalu di halaman Museum Banten. Teman baru kami ini, akhirnya menemani perjalanan kami di Banten Lama hingga menjelang sore hari.

Aghi rupanya suka jalan sama seperti kami. Bedanya dia sudah melanglang ke destinasi luar negeri. Sedang Aku dan Agus masih terlalu cinta sama Indonesia. Klasik terdengar. Ya, itu alasanku saat ditantang Aghi untuk ke luar negeri. Alasan besarnya adalah keterbatasan waktu dan dana. Di mobil, kami banyak berbagi cerita perjalanan. Sampai sepakat, Aghi mau mengantarkan kami ke beberapa titik wisata yang bisa dikunjungi.

Perjalanan ke Banten bisa dibilang tanpa perencanaan yang matang. Bahkan semalam, kami hampir menggelandang sebab tidak mendapatkan motor sewaan sehingga merubah itinerary yang sudah saya buat sebelumnya. Kenapa berkunjung Banten adalah selain jaraknya yang dekat dengan Jakarta, saya mempunyai misi untuk menuntaskan enam kunjungan ke ibukota provinsi yang ada di Tanah Jawa. Jakarta, Jogja, Surabaya, Bandung, Semarang dan terakhir Banten tercapai juga. Ya walaupun dulu ketika tinggal di Sumatera, saya sering melintasi kota ini dengan kendaraan bus lintas provinsi lintas pulau. Faktanya, misi eksplorasi ini turut memenuhi rasa penasaran saya akan jejak rekam sejarah dan momen besar bangsa ini lima abad silam.

Setelah berkeliling cukup lama di Istana Kaibon, kami hendak menuju ke destinasi berikutnya yaitu Masjid Agung. Jalanan mulai tersendat ketika melewati jembatan bercat warna-warni. Bermacam jenis kendaraan mengarah ke masjid. Hingga akhirnya, Aghi memutarbalik laju mobilnya. Berbelok ke kiri menuju ke utara lalu sedikit ke timur. Melewati areal tanah rawa yang kering dan lapang. Banyak tambak ikan berjejeran di sisi jalanan yang kami lalui. Kondisi jalanan cukup lengang. Sangat berbeda jauh dengan kondisi jalanan ketika 10 menit yang lalu. Pun tidak jauh jaraknya. Hanya enam sekian kilometer saja.

Saung pengunjung berada di sebelah utara
Plang bercat biru dengan gambar ikan terbang ke atas permukaan menjadi tanda rumah makan yang kami tuju. Sisi kanan adalah rumah sekaligus dapur pemilik warung makan, sementara lokasi saung untuk pengunjung terdapat di sebrang kirinya. Saung gubuk dengan bilik tempat makan bernuansa lesehan tertata cukup lapang. Tepat membelakangi tambak dengan genangan air berwarna kuning kecoklatan. Tumbuh sebaris tanaman bakau di tenganya. Jauh di depan sana, ada beberapa gubuk kecil. Kontras berdiri diantara luasnya dataran yang dipenuhi rerumputan kering. Seketika menjadi titik fokus indera penglihatanku.

Rumah-rumah kecil diantara dataran yang mengering
Setibanya disana, saya, Agus dan Aghi langsung memesan Pecak Bandeng, udang bakar, kang kumis (kangkung), dan es tawar di kertas menu yang disediakan. Saya menyaksikan di meja pengunjung yang lebih dulu datang, sajian ikan di tengah-tengah mereka. Tentu menambah rasa penasaran saya dengan kuliner khas yang satu ini.

Suasana rumah makan semakin ramai. Orang datang silih berganti. Bukan hanya karena waktunya makan siang. Namun ternyata tempat makan ini sudah begitu terkenal. Aghi sebagai guide kami menjelaskan kalau rumah makan ini memang pionir Pecak Bandeng khas Banten. Orang jauh (pengunjung) sering datang untuk langsung menikmati Pecak langsung di tempat ini. Menawarkan suasana yang berbeda meski bukan di pinggir pantai, melainkan di area lahan rawa yang sudah mengering.

Barisan pohon bakau di belakang saung
Tidak lama, makanan kami datang. Sebakul nasi. Tiga porsi ikan bandeng tersaji di atas piring tembikar beralaskan daun pisang dengan sambal pecak di atasnya. Sepiring sayur lalapan, seperti kol, mentimun, kemangi, dan entah daun apa namanya untuk yang satunya. Tiga mangkuk sayur asem dan tumis kangkung. Setusuk udang bakar dengan sambal ijo. Sangat menggoda sekali. Tapi hal pertama yang saya lakukan adalah memotret makanan. Hehehe. Sindrom generasi milenial seringnya mendahulukan jepretan kenangan, baik untuk tujuan yang penting maupun yang tidak bernilai sama sekali. Ya cukup lima menit saja kok.

Aghi dan Agus menikmati dalam diam, saking nikmatnya apa laper nih.
Barulah kami menyantap makanan yang tersaji. Sesaat kemudian hening. Hanya tangan, mulut, lidah, gigi dan tenggorokan yang bekerja. Mencerna rezeki makanan yang ada di hadapan kami. Saya memperhatikan sambalnya terlebih dahulu. Pecak yang saya amati adalah kombinasi cabai, bawang merah, terasi dan jeruk nipis. Bumbu dapur itu digiling dengan tekstur kasar. Sedikit berair sehingga membasahi ikan.

Saya mulai mencicipi ikannya. Durinya cukup banyak terasa. Saya berhati-hati makan daging ikannya sebab tulang durinya kecil dan halus. Lain dengan ikan bandeng presto (duri lunak), santapan ini berupa ikan bandeng segar, dimana proses masaknya dibakar lalu dilumuri sambal pecak. Rasanya menggigit di lidah. Pedasnya membuat nagih dan nikmat.

Sebagai penikmat menu ikan dan rasa pedas, tentu saya doyan menghabiskan kuliner Pecak Bandeng. Agus dan Aghi juga lahap menikmatinya sampai menyisakan piring yang kosong. Saya tidak ketinggalan. Menyusul mereka. Memakan udang, kangkung, ikan. Lalu mencicipi sayur asem. Hanya tersisa lalapan saja yang belum dimakan. Saya sangat menikmati ikan bandeng bahkan sampai ke bagian kepala dan ekor. Alhamdulillah, kenyang. Terasa nikmat sekali.

Sebagai informasi, harga makanan yang kami pesan pun begitu terjangkau. Sesuai dengan kantong teman pejalan. Makan bertiga dengan porsi sedang merogoh kocek sebesar 119k saja. Per orang hanya 40k kalau dirata-rata. Sangat rekomen sekali bukan. 

Sekian ulasan saya berbagi tentang kuliner khas Pecak Bandeng. Tentu kalian harus merasakannya sendiri ya. Kalau berkunjung ke Banten, bisa banget untuk mampir ke warung makan yang terletak di Sawah Luhur. Rasakan sensasi kenikmatan Pecak Bandeng, satu kuliner jawara khas Banten.

November 26, 2018

Waingapu, Eksotisme Tanah Sumba Timur

Lailara dengan view perbukitan yang sangat cantik dipandang mata
Berkembangnya media sosial, tidak jarang mengharuskan penggunanya untuk memposting bermacam foto. Terkadang, para pengguna gawai dan sosial media berlomba-lomba untuk mencari tempat-tempat terbaik untuk berfoto (hunting foto). Efek positif yang kemudian timbul pada era digital ini, tidak lain adalah berkembangnya pariwisata di Indonesia. Tak terkecuali Sumba Timur. Sebagai destinasi wisata yang kini tengah digandrungi dan gaungnya mulai sampai ke mancanegara, tentu saja bukan tanpa sebab.

Laut yang biru, pasir putih, kebudayaan lokal yang memukau, gunung dan bukit yang eksotis, merupakan paket lengkap untuk berwisata dan memanjakan diri. Terlebih bagi para traveler yang berani menempuh perjalanan-perjalanan ekstrim untuk sampai ke destinasi wisata yang masih belum terjamah para wisatawan, karena lambatnya pembangunan di daerah tersebut.

Umbu Mehang Kunda, nama bandara di Waingapu, ibukota kabupaten Sumba Timur yang diambil dari nama bupati terbaik Waingapu. Merupakan tempat pertama ketika kita menggunakan transportasi udara. Pilihan lainnya adalah jika kita memilih transportasi laut yang dimulai dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan berakhir di Pelabuhan Mau Hau, Waingapu untuk tujuan Sumba Timur saja. Semakin berkembangnya pariwisata di Sumba Timur, semakin bertambahnya hotel, penginapan serta homestay sehingga dapat disesuaikan dengan budget kita.
Hotel Merlyn
Di jantung kota Sumba Timur, kita bisa menemukan banyak obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Namun, sebelum anda memutuskan untuk menyewa mobil dan berkunjung ke obyek wisata di sekitar Waingapu, alangkah baiknya jika anda mengeksplore lebih jauh keindahan Kota Waingapu terlebih dahulu.

Pada pagi hingga siang hari anda bisa mengunjungi Pasar Inpres Matawai. Ada berbagai macam hasil bumi, sayuran, kopi khas sumba, kain tenun tradisional dan aksesoris khas Sumba Timur yang dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Selain Pasar Inpres Matawai, anda juga dapat berbelanja di sekitar Jalan Palapa, tepatnya di samping Hotel Merlyn untuk mencari barang-barang khas Sumba Timur ataupun makanan yang akan dijadikan buah tangan untuk sanak keluarga.

Bersebelahan dengan Pasar Inpres Matawai, anda juga bisa mengunjungi terminal yang berada tepat di samping pasar. Terminal ini bisa menjadi tempat berfoto dengan latar bus khas sumba yang memiliki bentuk sangat unik yang tidak ditemui di Pulan Jawa. Kendaraan lain yang mungkin bisa anda lihat di sana, yakni oto, sejenis truk yang dimodifikasi menjadi kendaraan umum dan kendaraan pengangkut barang. Oto ini biasanya hanya beroperasi ke pelosok di Kabupaten Sumba Timur yang akses jalannya belum beraspal, melewati pegunungan dan bebukitan. Namun jangan salah, tempat-tempat seperti itulah yang dapat menyihir mata anda dengan hal-hal baru dan menarik disana.
Tanarara saat kemarau
Ingin mencoba wisata kuliner, anda hanya cukup menyeberang jalan menuju taman kota yang juga digunakan sebagai tempat berjualan. Bagi anda yang muslim, anda tidak usah khawatir dengan ke-halalan makanan yang dijajakan di sana, karena di daerah tersebut anda akan menemukan pedagang muslim asal Pulau Jawa. Jika anda ingin makanan seperti warteg, anda hanya perlu berjalan sekitar 800 meter menuju arah Bandara Umbu Mehang Kunda. Tepat sebelum jembatan, anda akan menemukan dua warung nasi yang menjajakan makanan dengan harga terjangkau. Ada pula pusat oleh-oleh seperti kopi, Manggulu (kue khas Sumba Timus) serta jajanan lainnya di Jalan M.T. Haryono yang berjajar di dekat Mesjid Kemala Puti, jika anda berjalan dari arah Bandara Umbu Mehang Kunda.

Tempat lain yang tidak kalah seru dan wajib untuk disinggahi ialah Pelabuhan Mau Hau. Tidak ada salahnya untuk mengunjungi pelabuhan tersebut. Meskipun pasir pantainya berwarna hitam, anda bisa menikmati jajanan-jajanan disekitar pelabuhan, menikmati sunset ataupun sunrise berlatar kapal-kapal kargo yang menurunkan muatannya.
Pantai Walakiri 
Pada malam harinya, wisata Kota Waingapu juga tak kalah seru. Dengan kota yang lalu lintasnya tidak padat, anda bisa mengunjungi berbagai tempat dengan mudah, mencoba dengan berjalan kaki. Taman Kota Sandalwood di Jalan Ahmad Yani dengan penjual kacang rebus dan sangrai yang bisa dicoba. Taman kota lain, berada di daerah Kemala Puti. Disini banyak pedagang seperti tukang nasi goreng, sate, jagung bakar dan lain sebagainya yang berlokasi di depan Hotel Merlyn, tepat di samping SPBU.
Area sekitaran Taman Sandalwood
Bagi anda yang berkunjung pada Bulan Agustus, jangan lewatkan festival kemerdekaan yang diselenggarakan tepat pada Hari Kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Sumba seringpula membuat berbagai macam festival, seperti festival kain tenun yang menampilkan kain tenun khas Sumba Timur, khusunya dari Desa Warinding. Info mengenai penyelenggaraan festival di Sumba Timur dapat diakses langsung di website Pemerintah Daerah Sumba Timur. Sekian cerita tentang Waingapu Sumba Timur, semoga bermanfaat untuk anda. Tunggu kelanjutan cerita tentang destinasi lainnya di post selanjutnya.
Festival Kemerdekaan
Ingin lebih informasi tentang Waingapu? Atau berlibur ke Sumba Timur, yuk hubungi email rizkichuk@gmail.com --

Agustus 24, 2018

Prosedur Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Cilacap


Paspor RI
Tulisan kedua hari ini, saya ingin mengulas pengalaman pembuatan paspor baru di KANIM Cilacap. Berhubung di Purwokerto - Banyumas tidak ada kantor imigrasi, jadilah saya memilih Kantor Imigrasi Cilacap sebagai penerbit paspor saya pada bulan Februari lalu. Prosedurnya pun cukup mudah. Saya mengisi dokumen pendaftaran pada link ini atau kita dapat mengisinya pada aplikasi android LIPOLINE Imigrasi Cilacap yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Berikut prosedur online yang harus kita isi pada link tersebut.

Aplikasi Online
Setelah pendaftaran berhasil, kita akan mendapatkan email konfirmasi pendaftaran antrian online. Jadi nanti pas kita datang ke KANIM sesuai tanggal dan jam antrian, kita tinggal membawa syarat berkas yang diperlukan baik asli maupun fotokopi dalam ukuran kertas A4. Berikut dokumen persyaratan yang diperlukan diantaranya:

1.     E-KTP.
2.    Kartu Keluarga.
3.    Akta Lahir/ Ijazah/ Buku Nikah.
4.    Paspor Lama (Bagi pemohon penggantian paspor).
5.  Surat Rekomendasi kemenag untuk Haji/ Umroh dan Surat Rekomendasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji/ Umroh PPIH/ PPIU (Syarat Tambahan).
6.    Mengisi formulir surat pernyataan penambahan Nama (Syarat Tambahan).
7.    Bagi Pemohon yang akan Bekerja Ke Luar Negeri Melampirkan Surat Rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja Setempat.
8.   Bagi Pemohon yang akan Melakukan Perjalanan Ke Luar Negeri dalam Rangka Magang dan Program Bursa Kerja Khusus.
9. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja.

Nunggu antrian, loket online dan on the spot berbeda.
Usahakan sudah berada di Kantor Imigrasi 30 menit sebelum jadwal antrian kita. Agar tidak terburu-buru dan sudah stand by di tempat saat nomor antrian kita dipanggil nantinya. Prosedur di KANIM sendiri, dokumen kita akan diperiksa terlebih dahulu oleh verifikator. Ketika berkas dinyatakan aman (tidak bermasalah), kemudian proses wawancara singkat. Pertanyaan sederhana kok seperti mau kemana, kapan, dan untuk urusan apa. 

Karena saya salah isi data tanggal lahir, jadinya isi form manual juga hahaha. Sebelah kanan lembaran untuk bayar ke kas negara.
Setelah itu, kita akan melakukan perekaman sidik jari dan difoto. Kemudian menunggu beberapa menit, kita akan mendapatkan bukti pengantar pembayaran. Untuk pembayaran biaya paspor ini, bisa kita bayar di kantor pos maupun bank persepsi. Total biayanya adalah Rp355.000 (biaya paspor biasa + jasa biometrik). Setelah 3 hari kerja, paspor kita sudah dapat diambil di area loket pengambilan paspor yang menghadap ke parkiran bagian belakang.

Loket Pengambilan Paspor
Oya lur, KANIM Cilacap sendiri masih melayani paspor biasa, belum melayani penerbitan e-passport. Kalau kalian ingin membuat e-passport bisa mengurusnya di KANIM Kelas I seperti di Jakarta, Surabaya dan Batam. Apa sih bedanya paspor biasa dengan paspor elektronik? Bedanya itu kalau e-passport ada chip-nya pada bagian depannya. Nah chip ini lah yang berisi data pribadi si pemilik paspor seperti data biometrik, scan sidik jari, dan bentuk wajah pemegang e-passport. Memang secara factor keamanan, paspor elektronik ini sulit untuk dipalsukan (digunakan untuk kejahatan). Nah kabarnya juga chip dalam paspor elektronik ini rentan rusak, jadi kita harus benar-benar menjaganya dengan baik lur. Selain itu, apa yang paling menggiurkan adalah pemerintah Jepang membebaskan VISA bagi WNI pemegang e-passport ini. Kalau untuk biaya e-passport pun lebih mahal yaitu dua kali lipat dari tarif pembuatan paspor biasa sebesar Rp655.000.

Alamat KANIM CILACAP
Jalan Urip Sumoharjo No.249, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53232


Buat SKCK di POLRES Banyumas, Begini Caranya Lur

Ruang Pelayanan SKCK
-------- Halo sedulur, kali ini saya ingin berbagi tentang pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Surat ini berisi keterangan resmi yang diterbitkan oleh POLRI melalui fungsi Intelkam kepada pemohon (masyarakat) berupa data pemohon, tujuan pembuatan dan menyatakan bahwa tidak memiliki catatan atau keterlibatan dalam kegiatan kriminal apapun.


Nih suratnya gaes
Kegunaan SKCK sendiri biasanya digunakan untuk syarat melamar pekerjaan, pembuatan VISA atau keperluan yang bersifat antar Negara, dan syarat untuk menduduki jabatan fungsional tertentu. Nah, penerbitan SKCK ini pun dapat dibuat di lingkup POLSEK, POLRES, dan POLDA. Lantas apa bedanya? Bukankah sama saja? Ada bedanya lur. Berikut perbedaannya:

1. Penerbitan di tingkat POLSEK : tidak adanya perekaman sidik jari, kewenangan hanya berlaku dalam lingkup kabupaten, tidak menutup kemungkinan dapat digunakan untuk melamar pekerjaan pada perusahaan swasta.
2. Penerbitan di tingkat POLRES : perekaman sidik jari dalam pembuatannya, kewenangan berlaku dalam skala nasional yang berarti dapat digunakan untuk mendaftar ke perusahaan milik Negara (BUMN) , pendaftaran CPNS, dan lain sebagainya.
3. Penerbitan di tingkat POLDA : kewenangannya lebih luas dalam cakupan penerbitan VISA maupun keperluan antar negara, biasanya untuk tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri atau kebutuhan lain.

Syarat Pembuatan SKCK Baru:
Surat Keterangan dari RT/RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga Koramil (satu alur).
- Pas Foto terbaru ukuran 4x6 sebanyak 4 lembar background merah
- Fotokopi KTP
- Pengisian Dokumen Tik dan Daftar Pertanyaan

Saat pembuatan SKCK kemarin, saya membuatnya di POLRES Banyumas yang beralamat di Jalan Letjen Pol. R. Soemarto 100 - Purwokerto. Lokasi gedungnya terdapat di sisi belakang dekat kantin. Prosesnya ada dua macam, kalian bisa daftar online dengan mengisi data (dokumen Tik dan pertanyaan) atau langsung mengisi formulir di tempat. Proses selanjutnya adalah perekaman sidik jari. Kemudian menyerahkan seluruh berkas dan syarat yang dibutuhkan ke loket pendaftaran. Apabila berkas kalian lengkap, maka akan diberikan nomor antrian untuk mengambil SKCK yang kemudian diproses saat itu juga. Durasi yang dibutuhkan cukup singkat, sekitar 30 menit hingga satu jam, tergantung jumlah antrian di tempat.


Loket pendaftaran
Surat ini memiliki masa berlaku selama enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Setelah masa berlakunya sudah maupun belum habis, kita dapat mengurus perpanjangan tergantung kebutuhan surat. Jadi misalnya begini, sebelum enam bulan kita membutuhkan surat untuk kegunaan lain, maka kita bisa mengurusnya. Atau ketika masa berlakunya sudah habis, namun kita belum sempat memperpanjang / mengurus setelah setahun kemudian, itu tidak jadi masalah. FYI, setiap orang pun boleh memiliki lebih dari satu SKCK. Pada intinya surat ini tergantung keperluan si pemohon untuk digunakan apa penerbitan surat tersebut. Oya lur, biaya pembuatan SKCK ini seharga Rp30.000 sesuai dengan PP No.60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Loket pelayanan
Kabar baiknya lagi nih adalah pelayanan SKCK untuk penyandang disabilitas. POLRES Banyumas mempunyai program SKCK On The Spot. Program ini dikhususkan untuk melayani orang-orang disabel di mana tim dari POLRES akan datang ke rumah kalian. Untuk informasinya dapat menghubungi nomor telepon (0281) 636883 atau email ke skckpolresbanyumas@gmail.com . Jadi kalau kalian butuh surat ini, tidak perlu deh repot-repot datang ke POLRES.


Polres Banyumas
Setelah SKCK kita jadi, nanti petugasnya akan memanggil sesuai dengan nomor antrian yang diberikan. Nah, langsung deh, kita fotokopi di dekat kantin Polres untuk keperluan legalisir. Nah untuk kalian yang butuh surat ini, mudah banget lur ngurusnya. Cukup satu hari kerja dengan jam pelayanan operasional yaitu Senin – Jum’at dari pukul 08.00 – 15.00 WIB. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Juli 30, 2018

Mendadak ke Semarang, Menginap di Star Apartment Lantai 20

Perjalanan ke Semarang 16 juli 2018 kemarin terbilang dadakan. Setelah dapat konfirmasi dini hari dari panitia Sharing Session Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam Semarak Asian Games 2018 yang diadakan di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Semarang. Akhirnya saya pesan tiket KA Kamandaka untuk esok pagi jam 10.25 dari Purwokerto. Perjalanan ini tak lepas dari ajakan Kak Olipe untuk ikut acara yang digelar oleh Kemenko PMK. Akhirnya kita berangkat dari Purwokerto bareng bertiga sama Mas Pradna.

Saya berangkat naik motor menuju ke stasiun. Awalnya saya mengira kalau Daop V Purwokerto masih menyediakan penitipan motor. Ternyata sudah tidak ada lur. Akhirnya saya menitipkan motor di rumah warga yang menyediakan jasa penitipan. Untuk tarif per harinya sebesar Rp10.000 saja. Akhirnya saya masuk ke stasiun. Mencetak tiket alias check-in kedatangan. Berjalan masuk ke peron. Langsung ke gerbong 4. Meletakkan tas ransel di rak atas. Waktu masih sekitar 11 menit sebelum keberangkatan. Saya belum melihat Kak Olipe dan Mas Pradna. Mereka masih di area penumpang sepertinya. Saya keluar lagi menuju ke minimarket. Membeli minuman dan tolak angin. Pas saya balik lagi, barulah mereka masuk saat kereta akan berangkat. Mereka duduk di kursi depan seberang kursi saya.

Saat di kereta, kami booking penginapan. Pilihan menginap awalnya memutuskan harga yang paling murah. Sampai kepada kemudahan akses ke lokasi acara. Ya akhirnya kami memesan penginapan di gedung yang sama dengan acara esok hari. Apartment Star lantai 19 – 20. Harga per kamar nya dibandrol seharga Rp252.000 sudah termasuk pajak (via aplikasi online). Selesai sudah urusan kamar. Saatnya menikmati perjalanan.

Kereta Kamandaka cukup ramai dengan penumpang. Kereta ini berhenti di beberapa stasiun seperti Bumiayu, Slawi, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Weleri, dan dua stasiun di Semarang. Kereta Kamandaka memiliki jadwal tiga kali sehari sedari sehabis subuh hingga sore hari. Harga tiket yang dipatok dimulai dari Rp70.000 sampai dengan Rp140.000. Sekali perjalanan dari Purwokerto ke Semarang membutuhkan waktu selama +/- 4,5 jam. Ini kali kedua bagi saya mengunjungi Semarang. Memang kali kedua, namun tidak pada hal yang sama. Halah, mendadak Raisa.

Sampai di Semarang, kita langsung cus ke penginapan. Sampai di Apartment Star Hotel, kami masuk ke lobi hotel, terus melipir ke belakang untuk menuju ke lift khusu apartment. Ya langsung ke lantai 19 untuk check-in. Saat masuk, pengunjung menitipkan uang deposit sebesar Rp100.000. Jadi pengelola hotel dan apartment itu beda orang. Kami dapat nomor di 201 dan 202.

Lorong kamar
Lorong menuju kamar cukup bersih. Ada kursi yang berjejer di area ini. Saat masuk ruangan, aroma bau rokok menyambut bak pintu dibuka. Ruang kamarnya cukup lapang. Memiliki fasilitas kasur berkapasitas dua orang, pantry beserta peralatannya, meja makan, meja kerja, tv, ac, dan kamar mandi dengan shower. Worthy enough sebanding dengan harganya. Saat tirai dibuka. Taraaaaa . Pemandangan lanskap yang dipenuhi sama bangunan di bawah sana terlihat mini. Aktivitas jalan raya yang dipenuhi kendaraan lalu lalang. Jadi lokasi apartment ini sebelahan sama Java Mall. Lokasinya berada di pusat keramaian.

Ruang Kamar
Lanskap dari bilik jendela
Untuk kenyamanan, cukup oke lah kalau dijadikan pilihan tempat menginap ke Semarang. Di lantai atasnya pun terdapat kolam renang dan kitchen bar. Bentuk kolamnya memanjang, dengan lantai kebiruan sehingga membuat airnya semakin kelihatan bersih. Tersedia pula ruang bilasnya. Jadi kalau mau menikmati suasana ketinggian atau hendak berenang, pengunjung dapat menuju ke area roof top ini.

Kolam renang atasnya punya pemandangan yang cakep
Cerita sore itu dilanjut dengan rasa lapar yang menyerang. Akhirnya kak Olipe pesan makanan via ojek online. Makanan datang, kami pun makan, lalu kenyang, kemudian tepar. AC yang terasa dingin membuat males-malesan di balik selimut. Selepas maghrib, barulah kami beranjak ke mall untuk beli jajanan lalu melipir ke warung tenda menghabiskan malam rabu-an di pinggir jalan Kota Semarang.

Nasmoco Purwokerto dan Purbalingga Hadirkan Toyota All New C-HR


Tampil stylish dan modern, Toyota All New C-HR dihadirkan kepada pelanggan Toyota di Wilayah Banyumas, Purbalingga dan sekitarnya. Launching mobil teranyar ini digelar Sabtu tanggal 28 Juli 2018 di Hotel Aston Imperium Purwokerto. Sesuai tagline semangat Let’s Go Beyond, PT Toyota Astra Motor (TAM) menghadirkan paduan SUV dan Coupe dalam produk All New C-HR yang memiliki tampilan desain dan karakter yang berbeda dari stereotype produk otomotif di pasaran saat ini.

Acara ini dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari komunitas otomotif dan media di sekitaran Purwokerto. Kedatangan tamu yang hadir mulai memadati lobi Hotel Aston sekitar pukul 18.00 WIB. Menjelang acara utama, para tamu memulai dengan santapan hidangan yang telah disajikan. Diiringi hiburan musik dangdut juga alunan piano yang membuat suasana  acara menjadi semakin menarik. Tepat pukul 19.30 WIB, para tamu dipandu untuk keluar lobi untuk menyaksikan kedatangan Toyota All New C-HR yang melaju perlahan dan kemudian berhenti di atas karpet merah di halaman pintu masuk hotel.


Mata pengunjung tak lepas dari kedatangan mobil keluaran terbaru ini. Mereka mendekati mobil untuk melihat lebih jelas dan membedah spesifikasi yang dimiliki Toyota All New C-HR. Tim Marketing Nasmoco sudah tampak siap menjelaskan dan menjawab pertanyaan para pengunjung yang tertarik dengan produk terbaru ini, bahkan transaksi pembelian pun sudah dapat dilakukan saat itu juga.

Toyota All New C-HR dirancang untuk membidik konsumen pada kalangan pebisnis dan eksekutif muda. Mobil ini dibanderol seharga Rp. 505.100.000 (single tone) dan Rp. 506.600.000 (dual tone) yang keduanya tersedia dalam automatic transmission. Toyota menawarkan 5 warna C-HR untuk kedua jenis tersebut. Untuk single tone terdiri dari 3 warna elegan, yaitu Black Atitude, Metal Stream dan White Pearl. Sedangkan untuk dual tone terdiri dari 2 warna yaitu Red Mica Metallic dan Blue Metallic dengan bagian atasnya berwana hitam (Black Roof). Kombinasi warna pada bagian body dan roof yang berbeda membuat mobil ini terlihat sporty dan elegan.


Toyota All New C-HR adalah perpaduan dari Coupe dengan karakter yang gesit dan lincah seperti yang terlihat pada bagian atas kendaraan, dan karakter mobil SUV yang tangguh pada desain bagian bawahnya. Didukung engine 1.8L 2ZR-FBE dengan teknologi Dual VVT-i yang mampu mencapai power maksimum 141 ps/6400 rpm dan torsi 17,4 kgm/4000 rpm, All New C-HR menawarkan sensasi berkendara yang berbeda. Dilengkapi pula dengan transmisi 7 speed CVT dengan sequential shiftmatic yang membuat mobil ini semakin nyaman saat dikendarai.

Mengamati eksterior pada bagian depan, desain 3D headlamp yang iconic membuat mobil ini enak dilihat. Sementara pada sisi samping, garis desainnya membentuk cutting berlian memberi kesan tampilan yang modern. Lain pula pada eksterior bagian belakang yang terlihat kokoh dengan Rear Combination Lamp. Dilengkapi Rear Spoiler di mana memiliki ukuran yang besar dengan desain yang menyatu pada desain body mobil.


Disematkan pula 17" Alloy Wheel dengan ukuran ban 215/60 R17, membuat mobil ini tampil garang dengan dimensinya yang besar dengan tinggi 1.565 mm, panjang 4.360 mm dan lebar 1.795 mm. Perpaduan jarak sumbu roda yang panjang, yaitu mencapai 2.640 mm dan suspensi belakang yang menggunakan sistem Double Wishbone membuat mobil lebih stabil dan nyaman saat dikendarai.

Menilik desain interior All New C-HR tidak hanya memberikan kenyamanan, tapi juga memberikan kesan yang modern. Didominasi warna Licorice Brown, membuat interiornya terlihat mewah dan menawan. All New C-HR dilengkapi berbagai macam fitur kenyamanan dan keselamatan penumpang. Kenyamanan mobil ini didukung fitur-fitur modern seperti pada centre cluster terdapat Head Unit AVX 7” (DVD, Bluetooth, USB, AUX, Weblink Application dengan Multi-Tasking Window), lalu ada pula Dual Zone Auto A/C yang tampil dengan Digital Display dan design yang sporty. Selain itu, dilengkapi pula dengan Lumbar Support pada kursi pengemudi yang sudah dapat dioperasikan secara elektrik. Untuk menunjang fun to drive disematkan Cruise Control, G-Force Indicator serta Driving Mode (ECO & SPORT) yang dapat diatur pada TFT MID dengan ukuran 4.2”.

Pada fitur keselamatan, All New C-HR dilengkapi dengan 7 SRS Airbags (D+P+S+CSA+D-Knee), Anti-Lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), Braking Assist (BA), Vehicle Stability Control (VSC), Hill Assist Control (HAC), Traction Control, Auto-Brake-Hold, Impact Absorbing Structure, Blind Spot Monitor, dan Rear Cross Traffic Alert. Toyota All New C-HR memang hadir dengan konsep yang berbeda dan modern.

Juli 18, 2018

Serunya Acara Halal Bi Halal Nasmoco Bersama PKOB


Dua hari yang lalu, 15 Juli 2017, kawanan Blogger Banyumas turut diundang oleh Nasmoco Purbalingga yang berada di Jalan Sokarno Hatta KM 2 untuk mengikuti rangkaian acara Halal Bi Halal dan Pemilihan Ketua Umum Paguyuban Komunitas Otomotif Barlingmascakeb (PKOB) periode 2018 – 2019. Acara ini bertujuan untuk merekat silaturahim dan membentuk solidaritas antara Nasmoco sebagai salah satu outlet resmi Toyota dengan para pegiat otomotif sebanyak 85 komunitas yang tergabung.

Acara yang digelar sejak pukul 11.00 WIB dimeriahkan dengan bermacam kegitatan seru diantaranya test drive New Yaris berhadiah, car meet up, selfie contest, lomba mewarnai bagi anak-anak, hiburan musik (dangdutan), paket servis murah dan games berhadiah jutaan rupiah. Keriuhan acara ini pun begitu dinikmati oleh para anggota komunitas yang hadir. Setelah makan siang bersama, berlanjut ke acara tausiyah dan diakhiri dengan salam-salaman anggota komunitas yang hadir.


Masih belum usai, pembagian door prize kepada para pemenang kontes selfie dan lomba pun diserahkan. Saat para pemenang diumumkan, para peserta semakin heboh untuk maju ke panggung. Kemudian pada puncaknya, acara perhitungan suara dengan tiga kandidat yang akan menjadi Ketua PKOB. Tante Yani dari Komunitas Toyota Mania terpilih sebagai ketua PKOB periode 2018-2019 dengan perolehan 72 suara. Keberuntungan sepertinya menjadi hal yang berarti bagi Tante Yani, sebab hanya terpaut lebih 1 suara dari Om Pri, sedangkan Om Bagus hanya memperoleh 28 suara.


Adanya PKOB yang baru terbentuk selama 2 tahun di Barlingmascakeb merupakan wadah yang dapat menyatukan pecinta otomotif untuk saling bersatu untuk kemudahan komunikasi antara klub, serta memiliki kebermanfaatan dalam mengedukasi keselamatan berkendara dan informasi mengenai modifikasi mobil yang sesuai dengan peraturan lalu lintas yang berlaku.


Bapak Raymond selaku Manajer Nasmoco Purbalingga-Purwokerto mengatakan bahwa ia berharap melalui kegiatan ini, Nasmoco semakin dekat dengan pelanggan setianya dan semua komunitas otomotif di Barlingmascakeb. Nasmoco pun selalu memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif yang digagas oleh komunitas otomotif. Selain untuk mempererat tali silaturahim, kegiatan ini berguna untuk bertukar informasi seputaran dunia otomotif. Para anggota komunitas sebagai pelanggan Toyota secara tidak langsung dapat mengangkat citra Toyota di mata konsumen.

Nasmoco Purbalingga sebagai dealer resmi Toyota berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan terbaik kepada para pelanggannya. Tidak hanya melayani penjualan mobil baru, tetapi juga menyediakan pelayanan menyeluruh mulai dari servis bengkel (general repair, body and paint repair) hingga suku cadang. Kabar baiknya lagi, Nasmoco Purbalingga juga membuka Bengkel secara khusus pada Hari Minggu atau libur, serta menyediakan layanan darurat Nasmoco Emergency Assistance (NEA) yang siap melayani perbaikan mobil Toyota dimanapun dan kapanpun selama 24 jam. Pelanggan dapat menghubungi nomor handphone 081326242300. Hal ini sebagai bukti nyata Nasmoco menjalankan semangat Let’s Go Beyond.

Juli 13, 2018

Cerita Dari Hutan Savana Baluran


Ketika hutan Indonesia dapat bercerita, aku ingin mendengarkan tentang keluh kesah dan keriuhan penghuni hutan yang hidup berdampingan mengikuti hukum alam. Sayang mereka tidak melakukan itu. Apa yang dapat ku dengar dan rasakan, hanya ketika aku pergi menyusuri hutan. Melihat pepohonan seolah menyapaku. Kemudian suara air mengalir dari hulu gemericik menghiburku dengan riaknya. Pun hewan-hewan yang bernyanyi memamerkan suara mereka. Ada yang nyaring, ada pula yang malu-malu mendesis. Entah ini sinyal pesan yang positif. Atau aku saja yang teramat sok menerka-nerka pesan tersebut.

Kali ini aku ingin membagikan ceritaku ketika berkunjung ke Taman Nasional Baluran, sebuah area preservasi yang memiliki pesona hutan savana dengan bermacam habitat flora dan fauna yang digadang sebagai lanskap Afrika dari Tanah Jawa.


Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Memiliki area seluas 25.000 hektar. Sesuai peruntukannya yang dibagi menjadi beberapa zonasi diantaranya zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan intensif, zona pemanfaatan khusus, dan zona rehabilitasi. Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung lokal cukup membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 saat hari biasa, sedangkan hari libur menjadi Rp17.500. Pihak pengelola taman nasional ini tidak menyediakan akses angkutan umum untuk wisatawan dari pintu masuk Batangan yang jaraknya cukup jauh untuk sampai ke area savana ataupun pantai.


Ekspresi awal ketika memasuki wilayah konservasi ini, saya langsung membatin terkait infrastruktur jalan yang rusak. Mini bus yang saya tumpangi melewati area hutan  sepanjang 12 kilometer. Area pertama yang kami lewati ini merupakan hutan tropis yang menghijau sepanjang tahun atau disebut evergreen forest. Pepohonan tumbuh meninggi dan berdaun lebat. Cahaya matahari sedikit saja membayangi jalanan di bawahnya. Mereka meneduhkan jalanan hingga ratusan meter. Diantara pohon-pohon itu ada pohon manting, asam, gebang palem, widoro bukol dan bermacam flora lainnya tumbuh subur di area ini.

Sesekali suara unggas terdengar seolah menyapa kedatangan manusia-manusia pemburu keindahan. Di balik semak dedaunan tampak sesuatu yang bergerak. Entah ayam hutan, burung merak atau jenis unggas lainnya yang menempatinya. Secara misterius mereka beraktivitas di area hutan Baluran. Unggas memang hidup penuh privasi. Mereka membangun rumah sarang tinggalnya di tempat yang sepi atau jarang dijamah manusia juga hewan predator lainnya agar eksistensi mereka tetap ada.

Setelah satu jam lamanya, saya tiba di area savana. Di tepi jalan, kera ekor panjang mulai menampakkan diri. Rupanya mereka mendiami wilayah di dekat savana. Primata ini tergolong hewan yang mampu berdampingan dengan manusia. Tidak jarang kera-kera tersebut mencari makanan dari para wisatawan yang berhenti di lokasi ini. Ada yang merampas makanan dari pengunjung. Begitupun pengunjung tak sedikit yang memberi makanan. Lantas apakah kemampuan mencari makan mereka berubah. Tadinya yang mencari makanan di hutan, namun sekarang suka dengan kehadiran wisatawan yang datang. Entah, aku hanya berpraduga.


Area ini terdiri dari penginapan, menara pandang, kantor polisi hutan, area konservasi dan breeding. Biasanya pengunjung berhenti di lokasi ini sebelum menuju ke pantai. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah melihat matahari terbit dari menara pandang sembari menikmati lanskap Baluran dari ketinggian, selain itu mengunjungi area pembiakan semi alami banteng jawa yang populasinya kian terancam. Aku pun tidak menghilangkan kesempatan itu. Melihat banteng jawa yang diisolasi di dalam kandang. Banteng inilah yang akan melahirkan spesies baru agar keberadaan mereka semakin bertambah. Semoga!


Aku mengamati savana Bekol. Terdapat pajangan tengkorak entah banteng atau kerbau liar di sisi sudutnya. Hamparan seluas 300 hektar ini ditumbuhi rerumputan. Beberapa pohon tumbuh menjarang seperti pohon acacia nilotica, pilang, dan widoro bukol. Savana ini dihuni bermacam mamalia seperti banteng jawa, kerbau liar, rusa, kijang, ajag, babi hutan, macan tutul, dan sebagainya. Tempat ini juga sebagai sumber makanan hewan herbivora pada saat musim kemarau tiba.


Di ujung savana, Gunung Baluran menyatu dengan lanskap Bekol sangat mengagumkan. Gunung setinggi 1.247 mdpl yang berstatus tidak aktif ini memiliki kaldera yang tampak pada bagian atasnya. Sedangkan pada bagian lerengnya, jurang yang membelah punggungan gunung seperti cerukan. Terdapat Lembah Kacip yang berada diantara celah Gunung Baluran. Lokasi ini merupakan hutan musiman di mana terdapat habitat burung langka seperti elang jawa, rangkong dan cekakak batu.



Sekawanan rusa berlari dari arah pepohonan menuju ke padang savana. Tidak mau kalah dengan kerbau liar yang sudah memasuki area itu sedang menyantap rumput. Saat kendaaran yang saya tumpangi lewat hendak menuju ke Pantai Bama, kerbau-kerbau itu lari ke arah tengah savana. Seolah terancam akan kehadiran mesin besi yang berjalan di sekeliling mereka. Kerbau liar itu sepertinya sehabis berkubang. Terlihat bekas tanah menempel pada bagian kulitnya yang menghitam pekat. Melihat hewan-hewan tersebut beraktivitas secara alami di area itu merupakan momen yang sangat berkesan.


Tidak jauh dari savana, Pantai Bama dapat ditempuh sejauh 3 kilometer. Pantai ini berpasir putih dengan ombak cukup tenang. Lagi-lagi saya menemui kera ekor panjang berkeliaran. Saling berkejaran bahkan berlawanan mempertahankan daerah kekuasaannya. Wisatawan yang sedang makan di warung pun tak jarang yang diambil makanannya. Begitulah primata ini mencoba berinteraksi kepada para pengunjung.


Aktivitas yang dapat dilakukan di sekitaran Pantai Bama diantaranya bird watching di area hutan, mengelilingi hutan bakau yang terdapat di sepanjang bibir pantai, ataupun melihat pesona bawah laut yang ditumbuhi coral dan bermacam ikan hias. Spesies burung yang sering ditemui seperti pelatuk ayam, raja udang biru, cangak laut, bangau tong-tong, dan lainnya. Sayangnya, ketika saya kesana tidak menemukan aktivitas burung-burung tersebut. Waktu kunjungan yang kurang tepat pada saat menjelang siang hari. Kawanan burung sepertinya sedang berkeliaran mencari makan.


Pentingnya area konservasi diharapkan mampu dijadikan sebagai ekosistem alami yang bebas dari deforestasi. Dari Taman Nasional Baluran, saya melihat gambaran tentang pesona hutan Indonesia. Dari hutan hijau tropis, hutan pantai, hutan payau, padang savana, hutan mangrove, hutan musiman dapat ditemui di lokasi ini. Keanekaragaman hayati yang kaya. Ekosistem yang masih asli. Area ini pula bermanfaat untuk melestarikan populasi banteng jawa yang statusnya kian terancam punah melalui upaya pembiakan semi alami. Selain itu, menjadi sumber penelitian flora dan fauna yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan.


Saya kemudian tersadar, biarlah kawasan konservasi ini tidak memiliki akses jalan yang mulus agar habitat yang ada selalu lestari. Biarlah kawasan ini tetap seperti apa adanya sebagaimana alam mempunyai mata rantainya sendiri. Sebab ketika jalanan yang ada disana mulus, tidak menutup kemungkinan pengemudi akan melajukan kendaraannya dengan kecepatan maksimal. Hal itu tentu dapat mengganggu ekosistem fauna yang ada disana. Saya berharap semoga hutan Baluran tetap terjaga hingga anak cucu kelak masih dapat melihat pesonanya yang indah dipandang mata.